Pemerintah Punjab mendadak menjadi sorotan usai mengeluarkan aturan pembatasan kenaikan biaya sekolah swasta maksimal 5 persen per tahun. Kebijakan ini mendulang penolakan keras dari asosiasi sekolah swasta seperti NISA dan RASA yang menilai aturan tersebut mengancam keberlangsungan finansial lembaga pendidikan. Jika tidak ada jalan keluar melalui dialog resmi, pihak sekolah menegaskan siap membawa kasus ini ke Mahkamah Tinggi Punjab dan Haryana.
Para pengelola sekolah menyatakan bahwa pembatasan ini sangat memberatkan, mengingat beban operasional seperti listrik, gaji guru, dan perawatan fasilitas terus melonjak. Apalagi aturan tersebut juga mewajibkan pengembalian kelebihan biaya selama tiga tahun terakhir. Hal ini dianggap memukul keras sekolah-sekolah swasta beranggaran kecil yang masih dalam tahap pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.
Dengan jumlah siswa sekolah swasta mencapai lebih dari 3 juta orang di Punjab, melemahnya sektor ini dikhawatirkan memicu krisis besar pada sistem pendidikan secara keseluruhan. Asosiasi pun mendesak pemerintah untuk membuka ruang diskusi transparan demi merumuskan regulasi yang adil, sehingga kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik tetap terjaga tanpa mengorbankan kepentingan orang tua.