Sejarah Tercipta di Gedung Putih!
Gelaran UFC Freedom 250 berhasil menyedot perhatian dunia dengan aksi-aksi spektakuler dari para petarung papan atas. Acara bertabur bintang yang dihadiri Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance ini mencatatkan rekor fantastis dengan total 17 juta penonton di seluruh penjuru Amerika Serikat dan Amerika Latin. Tak hanya itu, ketujuh pertarungan yang disajikan berakhir dengan KO atau TKO—sebuah rekor luar biasa yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah panjang UFC!
Kerugian Finansial di Balik Kemewahan
Namun di balik gemerlap dan kesuksesan rating tersebut, perusahaan induk UFC, TKO Group, justru harus menelan pil pahit. Chief Financial Officer TKO, Andrew Schleimer, mengungkapkan bahwa event megah ini mengalami kerugian fantastis mencapai 30 juta dolar AS (sekitar Rp480 miliar). Tingginya biaya operasional untuk menggelar laga eksklusif di Gedung Putih menjadi penyebab utama, meskipun sebagian biaya telah ditutup oleh tiket akses khusus VIP seharga 1,5 juta dolar AS serta kerja sama sponsor global.
Kemenangan Besar Hiburan Streaming
Meskipun merugi secara finansial, gelaran ini tetap dianggap sebagai kemenangan besar bagi branding UFC dan platform penayangannya. Ditayangkan secara eksklusif di Paramount+, event ini membuktikan daya tarik olahraga tarung bebas yang tak tertandingi di jagat hiburan. Bagi para penggemar pertarungan sengit MMA dan streaming olahraga kelas dunia, eksistensi UFC terus menegaskan posisinya sebagai raja panggung pertarungan dunia!