Bencana banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan Sungai Bhote Koshi, Nepal, memicu aksi tanggap darurat besar-besaran berskala multinasional. Pemerintah Nepal resmi memulai proses pemakaman sementara bagi jenazah korban yang telah ditemukan sembari mengambil sampel DNA demi kepastian identifikasi keluarga. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Nepal, Lok Bahadur Chhetri, mengonfirmasi bahwa hampir 12.000 jiwa berhasil dievakuasi dengan selamat, namun duka mendalam masih menyelimuti mengingat sekitar 3.900 orang lainnya dilaporkan masih hilang di tengah reruntuhan banjir.
Operasi penyelamatan berlangsung siang dan malam dengan melibatkan satuan elit militer lokal serta tim spesialis evakuasi terowongan dari India, China, Korea Selatan, hingga Singapura. Medan ekstrem yang dipenuhi lumpur tebal serta batuan longsor di proyek PLTA bawah tanah menjadi tantangan terberat bagi para petugas di lapangan. Bantuan teknologi mutakhir seperti pemindai LiDAR, alat tes genetik portabel, serta armada drone berkapasitas tinggi terus dikerahkan guna mempercepat pencarian warga lokal dan ratusan turis mancanegara yang terisolasi di jalur perbatasan.
Perdana Menteri Balendra Shah menegaskan bahwa bencana akibat longsoran salju dan batuan di pegunungan tinggi ini merupakan peringatan keras atas krisis perubahan iklim di kawasan Himalaya yang menjadi tanggung jawab bersama masyarakat dunia. Solidaritas internasional pun terus mengalir membantu rekonstruksi jembatan darurat serta pasokan medis penunjang. Pantau terus laporan mendalam serta liputan khusus peristiwa dunia paling update langsung dari layar informasimu hanya di NONTONTV!